Pengertian Tsunami
Tsunami
Tsunami adalah gelombang air yang
sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra.
Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus.
Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu
mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin
membesar.
Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air
pasang. Ini karena saat mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai
air pasang yang tinggi daripada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai
secara alami oleh tiupan angin. Namun sebenarnya gelombang tsunami sama sekali
tidak berkaitan dengan peristiwa pasang surut air laut. Karena itu untuk
menghindari pemahaman yang salah, para ahli oseanografi sering menggunakan
istilah gelombang laut seismik (seismic sea wave) untuk menyebut
tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat.
Sebab-sebab
terjadinya gelombang tsunami
Tsunami dapat dipicu oleh bermacam-macam gangguan (disturbance)
berskala besar terhadap air laut, misalnya gempa bumi, pergeseran lempeng,
meletusnya gunung berapi di bawah laut, atau tumbukan benda langit. Tsunami
dapat terjadi apabila dasar laut bergerak secara tiba-tiba dan mengalami perpindahan
vertikal.
Langkah yang harus dilakukan Sinoman Sadar Bencana ini
antara lain :
Petakan daerah rawan genangan tertinggi tsunami, jalur
evakuasi, dan tempat penampungan sementara yang cukup aman.
Berkoordinasi dengan Badan Meterologi dan Geofisika (BMG),
kepolisian, pemerintah daerah, dan rumah sakit. Jika data dari BMG mengenai
peringatan dini bencana tak bisa diharapkan kecepatannya, komunitas ini harus
menghimpun gejala-gejala alam yang tidak biasa terjadi.
Melakukan pertemuan rutin untuk menambah pengetahuan
mengenai gempa dan tsunami. Jika perlu, mendatangkan ahli.
Melakukan latihan secara reguler, baik terjadwal maupun
tidak terjadwal.
Buat deadline waktu respon evakuasi untuk diterapkan saat
latihan agar dalam bencana sesungguhnya telah terbiasa merespon secara cepat.
Buat kode tertentu yang dikenali masyarakat sekitar untuk
menandakan evakuasi. Semisal di Pulau Simeuleu yang paling dekat dengan
episentrum gempa Aceh, memiliki istilah Semong yang diteriakkan berulang kali
untuk menunjukkan adanya tsunami. Dengan kode ini, otomatis harus dilakukan
evakuasi secepatnya ke tempat yang lebih tinggi.Menyebarkan gambar peta
evakuasi di pelosok daerah tempat anggota komunitas tinggal.
Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat
anggota komunitas tinggal.
Sedangkan langkah yang harus dilakukan tiap individu
adalah :
Siapkan satu tas darurat yang sudah diisi
keperluan-keperluan mengungsi untuk 3 hari. Di dalamnya termasuk, pakaian,
makanan, surat-surat berharga, dan minuman secukupnya. Jangan membawa tas
terlalu berat karena akan mengurangi kelincahan mobilitas.
Selalu merespon tiap latihan dengan serius sama seperti
saat terjadinya bencana.
Selalu peka dengan fenomena alam yang tidak biasa.
Untuk membaca tanda-tanda alam sebelum terjadinya tsunami,
Amien Widodo memberikan sejumlah petunjuk berdasarkan pengalaman
tsunami-tsunami sebelumnya.
Terdengar suara gemuruh yang terjadi akibat pergeseran
lapisan tanah. Suara ini bisa didengar dalam radius ratusan kilometer seperti
yang terjadi saat gempa dan tsunami di Pangandaran lalu.
Jika pusat gempa berada di bawah permukaan laut
dikedalaman dangkal dan kekuatan lebih dari 6 skala richter, perlu diwaspadai
adanya tsunami.
Jangka waktu sapuan gelombang tsunami di pesisir bisa
dihitung berdasarkan jarak episentrumnya dengan pesisir.
Garis pantai dengan cepat surut karena gaya yang
ditimbulkan pergeseran lapisan tanah. Surutnya garis pantai ini bisa jadi cukup
jauh.
Karena surutnya garis pantai, tercium bau-bau yang khas
seperti bau amis dan kadang bau belerang.
Untuk wilayah yang memiliki jaringan pipa bawah tanah,
terjadi kerusakan jaringan-jaringan pipa akibat gerakan permukaan tanah.
Dalam sejumlah kasus, perilaku binatang juga bisa
dijadikan peringatan dini terjadinya tsunami. Sesaat sebelum tsunami di Aceh,
ribuan burung panik dan menjauhi pantai, sedangkan gajah-gajah di Thailand
gelisah dan juga menjauhi pantai.
Pengertian Banjir
Pengertian
Banjir, Penyebab, Dampak, Cara Menanggulangi|Secara Umum, Pengertian
Banjir adalah fenomena alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri
oleh aliran sungai. Sedangkan secara sederhana,
banjir didefinisikan
sebagai hadirnya air suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi
kawasan tersebut. Berdasarkan SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta 2004,
bahwa banjir adalah aliran air yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh
alur sungai atau saluran.
Macam-Macam Banjir
Macam-Macam Banjir - Terdapat berbagai macam banjir
yanng disebabkan dari berbagai macam hal antara lain sebagai berikut...
Banjir Air, adalah banjir yang biasa terjadi.
Penyebab banjir air adalah meluapnya air di sungai, danau, atau diselokan
sehingga air akan naik menggenangi daratan. Pada umumnya banjir air disebabkan
dari hujan terus-menerus yang membuat sungai, danau atau selokan tidak dapat
menampung air.
Banjir Bandang, adalah banjir yang mengangkut air
dan lumpur. Banjir bandang sangat berbahay karena tidak menyelamatkan diri.
Banjir bandang dapat menghayutkan apapun, karena itu daya rusaknya sangat
tinggi. Banjir tersebut biasanya terjadi di area pegunungan yang tanah
pegunungan seolah longsor karena air hujan ikut terbawa air ke daratan yang
lebih rendah. Umumnya banjir bandang menghayutkan pohon-pohon atau batu-batuan
berukuran besar yang dapat merusak pemukiman warga yang berada di sekitar
pegunungan.
Banjir Lumpur, adalah banjir yang mirip banjir
bandang tetapi lumpur tersebut keluar dari dalam bumi dan mengenangi daratan.
Lumpur tersebut juga mengandung bahan dan gas kimia yang berbahaya.
Banjir Rob (Laut Pasang), adalah banjir yang
disebabkan oleh pasang air laut. Banjir rop biasanya melanda kota muara baru di
jakarta. Air laut yang pasang umumnya akan menahan air sungai yang sudah
menumpuk, akhirnya mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan.
Banjir Cileunang, adalah banjir yang miri dengan
banjir air namun banjir cileunang disebabkan dari hujan yang sangat deras
dengan debit air yang sangat banyak. Terjadinya banjir cileunang sangat cepat
karena hujan yang sangat deras sehingga dalam waktu yang cepat, banjir
cileunang akan tiba-tiba terjadi.
Penyebab Terjadinya Banjir
Penyebab Terjadinya Banjir - Banjir dapat terjadi
karena beberapa faktor antara lain sebagai berikut...
1. Penyumbatan aliran sungai ataupun sekolah sering
membuang sampah di sungai.
Masyarakat beranggapan dengan tingkah lakunya karena jika
sampah dibakar, maka akan menyebabkan polusi udara dan bau tidak sedap.
Sehingga masyarakat mengambil jalan pintas tanpa memikirkan sebab dan
akibatnya. Penyumbayatan yang terjadi karena sedimentasi atau pengendapan area
hilir sungai yang dapat mengurang kemampuan sungai dalam menampung air.
2. Curah hujan yang tinggi
Curah hujan yang relatif tinggi dapat menyebabkan sungai
tidak dapat menampung volume air yang dapat melampau kapasitas.
3. Pendirian rumah di sepanjang sungai
Masyarakat yang mendirikan rumah di pinggir sungai
biasanya mengurangi lebar sungai. Dengan berkurangnya lebar sungai dapat
menyebabkan sirkulasi air tidak optimal.
4. Penggundulan hutan
Sikap manusia yang berfikir singkat tanpa berfikir
kedepannya sebelum bertindak, menyebabkan manusia bertindak sewenang-wenang
terhadap lingkungan. Tindakan tersebut berupa penebangan hutan yang tidak
menggunakan sistem tebang pilih. Akibatnya tidak ada pohon untuk menyerap air
sehingga air mengalir tanpa terkendali.
5. Sedikitnya daerah serap
Di zaman modern,
daerah resapan cenderung ditemukan. Khususnya di daerah perkotaan yang pada
dasarnya sangat rentan terhadap banjir, mengingat kondisi kota yang berada di
dataran rendah. Daerah serap justru banyak tertutup dengan aspal ataupun
pembetonan sehingga air tidak dapat meresap ke dalam lapisan tanah.
Dampak Yang Ditimbulkan Adanya Banjir
1. Menimbulkan korban jiwa
Hal ini disebabkan dari arus air yang terlalu deras sehingga
banyak penduduk yang hanyut terbawa arus
2. Rusaknya areal pertanian
Banjir mampu menenggelamkan areal sawah yang merugikan
bagi para petani dan kondisi perekonomian negara menjadi terganggu.
3. Rusaknya sarana dan prasarana
Air yang menggenang memasuki partikel pada dinding
bangunan, jika dinding tidak mampu menahan kandungtan air maka dinding akan
mengalami retak dan akhirnya jebol.
4. Hilangnya harta benda
Banjir dengan aliran yang berskala besar dapat menyeret
apapun baik itu meja, pakaian, kursi, kasur, mobil, motor dan lain-lain.
5. Sebagai bibit penyakit
Penyakit yang dapat ditimbulkan adanya banjir adalah
gatal-gatal, Demam berdarah, dan banjir membawa kuman sehingga penyebaran
penyakit sangat besar.
Cara Menanggulangi Banjir
Cara Menanggulangi Banjir - Untuk
menanggulangi terjadinya banjir, maka dibutuhkan cara penanggulangan antara
lain sebagai berikut...
1. Pengoptimalan sungai ataupun selokan
Sungai atau selokan sebaiknya dipelihara dan dipergunakan sebagaimana mestinya.
Sungai ataupun selokan untuk tidak digunakan untuk membuang sampah atau tempat
pembuangan sampah. Kebersihan dan deras arusnya harus di pantau setiap bukan
hanya mengamati jika terjadi banjir.
2. Larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai
Tanah di pinggiran sungai tidak seharusnya digunakan untuk pemukiman penduduk
karena menyebabkan banjir dan tatanan masyarakat tidak teratur.
3. Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi
Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah
berkayu kemudian di tanam kembali tunas pohon yang baru. Hal ini ditujukan
untuk regenerasi hutan dengan tujuan hutan tidak menjadi gundul.
4. Mempergunakan alat pendeteksi banjir sederhana
Agar dapat mengetahui datangnya banjir diperlukan alat yang mendeteksi banjir
yang sederhana yang masyarakat dapat mengetahui cara pembuatnya.
Baca Juga:
Pengertian Gunung Meletus
Gunung Meletus.
Gunung meletus, terjadi akibat
endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan
tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi
terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras
sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh
radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta
benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bias mempengaruhi
putaran iklim di bumi ini. Hasil letusan gunung berapi berupa:
Gas Vulkanik
Lava dan Aliran Pasir serta Batu Panas
Lahar
Abu Letusan
Awan Panas (Piroklastik)
Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat
terjadi letusan gunung berapi yang dikeluarkan antara lain carbon monoksida
(CO), Carbondioksida(Co2), Hidrogen Sulfida (H2S), sulfurdioksida(SO2) dan
nitrogen (NO2) yang membahayakan manusia.
Lava adalah cairan magma yang bersuhu tinggi yang
mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi. Lava encer mampu mengalir
jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada sedangkan lava kental
mengalir tidak jauh dari sumbernya.
Lahar adalah merupakan salah satu bahaya bagi
masyarakat yang tingla di lereng gunung berapi. Lahar adalah banjir Bandang di
lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung
sampai bongkah. Dikenal sebagai lahar letusan dan lahar hujan. Lahar letusan
terjadi apabila gunung berapi yang memiliki danau kawah meletus, sehingga air
danau yang panas bercampur dengan material letusan, sedangkan lahar hujan
terjadi karena percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar
puncaknya.
Abu letusan gunung berapi adalah material yang
sangat halus. Karena hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan kilometer
jauhnya. Dampak abu letusan permasalahan pernafasan, kesulitan
penglihatan, pencemaran sumber air bersih, menyebabkan badai listrik,
mengganggu kerja mesin dan kendaraan bermotor, merusak atap, merusak ladang,
merusak infrastruktur tubuh.
Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas
hembusan dan awan panas jatuhan. Awan panas aliran adalah awan dari material
letusan besar yang panas, mengalir Turun dan akhirnya mengendap di dalam dan
disekitar sungai dari lembah. Awan panas hembusan adalah awan dari material
letusan kecil yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90
km/jam. Awan panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan
kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Material
berukuran besar akan jatuh di sekitar puncak sedangkan yang halus akan jatuh
mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan km dari puncak karena pengaruh hembusan
angin. Awan panas bisa mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh yang terbuka
seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga menyebabkan sesak sampai tidak
bernafas.
Tips Menghadapi Letusan Gunung Merapi
SEBELUM LETUSAN:
Cari tahu tentang system pengamanan di komunitas daerah
masing-masing serta bagan alur keadaan darurat
Waspadai mengenai bahaya yang menyertai letusan gunungapi
yaitu :
- Lahar dan banjir bandang
- Longsor dan hujan batu (material gunung api)
- Gempa bumi
- Hujan abu dan hujan asam
- Tsunami
Lakukan rencana evakuasi
- Apabila anda tinggal di daerah rawan bencana gunung api,
harus ingat route mana yang aman untuk dilalui.
- Bentuk komunitas bahaya bencana gunungapi
- Apabila anggota keluarga tidak berkumpul ketika terjadi letusan (misalnya
yang
dewasa sedang bekerja dan anak-anak sedang sekolah) usahakan untuk
berkumpul
dalam keluarga jangan terpisah.
- Mintalah keluarga yang tinggal berjauhan untuk saling mengontak sebagai
‘hubungan
keluarga’ sebab sehabis terjadi bencana biasanya lebih mudah untuk kontak jarak
jauh.
Tiap anggota keluarga usahakan untuk mengetahui nama, alamat dan nomor
telepon
anggota keluarga yang lain.
Buatlah persediaan perlengkapan darurat seperti
:
- Batere/ senter dan extra batu batere
- Obat-obatan untuk pertolongan pertama
- Makanan dan air minum untuk keadaan darurat.
- Pembuka kaleng
- Masker debu
- Sepatu
- Pakailah kacamata dan gunakan masker apabila terjadi hujan abu.
Hubungi pihak-pihak yang berwenang mengenai penanggulangan
bencana.
Walaupun tampaknya lebih aman untuk tinggal di dalam
rumah sampai gunungapi berhenti meletus, tapi apabila anda tinggal
di daerah rawan bahaya gunungapi akan sangat berbahaya. Patuhi instruksi yang
berwenang dan lakukan secepatnya.
SELAMA LETUSAN:
Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang
berwenang.
Hindari melewati searah dengan arah angin dan
sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang
meletus.
Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah :
- Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang /keran
- Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
- Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang terlindung
Apabila berada di ruang terbuka:
- Cari ruang perlindungan .
- Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti
bola.
- Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran
lahar.Cari tempat
yang lebih tinggi terutama
- Lindungi diri anda dari hujan
- Kenakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana
- Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda
- Gunakan masker debu atau gunakan kain/ sapu tangan untuk melindungi
pernapasan
anda
- Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya kalau mendengar adanya aliran
lahar
Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh
pemerintah/ lembaga yang berwenang/lihat peta daerah bahaya gunung api
Akibat letusan gunungapi bisa dirasakan berkilo meter
jauhnya dari gunung api yang sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang,
kebakaran hutan bahkan aliran awan panas yang mematikan dapat mengenai anda
yang bahkan tidak melihat ketika gunung api meletus. Hindari lembah-lembah
sungai dan daerah yang rendah. Mencoba mendekati gunung api yang sedang meletus
merupakan ide yang dapat membawa maut.
Apabila anda melihat permukaan aliran air sungai naik
cepat-cepat cari daerah yang lebih tinggi. Apabila aliran lahar melewati
jembatan jauhi jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki daya kekuatan yang
besar , membentuk aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung api lainnya
yang dapat bergerak dengan kecepatan 30-60 kilometer perjam. Awan panas yang
mengandung debu gunungapi dapat membakar tumbuhan yang dilaluinya dengan amat
cepat. Dengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir
bahaya letusan gunung api.
PASCA LETUSAN:
Apabila mungkin, hindari daerah-daerah zona hujan abu.
Apabila berada di luar ruangan:
- Tutup mulut dan hidung anda. Debu gunungapi dapat mengiritasi system
pernapasan
anda.
- Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda.
- Lindungi kulit anda dari iritasi akibat debu gunungapi.
- Bersihkan atap dari hujan debu gunungapi
- Hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya
atap bangunan. Hati-hati ketika bekerja di atap bangunan rumah.
Hindari mengendarai kendaraan di daerah hujan abu yang
lebat.
Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan
dapat merusak mesin kendaraan tersebut.
Apabila anda punya penyakit pernapasan, hindari sedapat
mungkin kontak dengan debu gunung api.
Tinggallah di dalam rumah sampai keadaan dinyatakan aman
di luar rumah.
Ingat untuk membantu tetangga yang mungkin membutuhkan
pertolongan seperti orang tua, orang yang cacat fisik, anak-anak yang tidak memiliki
orang tua dan sebagainya.
Pengertian Gempa Bumi
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah
pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah
permukaan bumi.
Tektonisme Keragaman
muka bumi dipengaruhi oleh adanya gerakangerakan di kerak bumi, baik gerakan
mendatar maupun gerakan tegak. Gerakangerakan tersebut mengakibatkan terjadinya
perubahan bentuk yang menghasilkan pola baru yang disebut struktur diastropik.
Bentuk baru yang termasuk dalam struktur diastropik adalah pelengkungan,
pelipatan, patahan, dan retakan.Pelengkungan : lapisan kulit bumi yang semula
mendatar jika mendapat tekanan vertikal akan membentuk struktur melengkung.
Lengkungan tersebut dapat mengarah ke atas yang disebut kubah (dome) dan dapat
mengarah ke bawah yang disebut basin.
Vulkanisme
Vulkanisme
merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi. Keluarnya magma ke
permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada
gunung api. Jika magma yang berusaha keluar tidak mencapai permukaan bumi,
proses ini disebut intrusi magma. Jika magma sampai di permukaan bumi, proses
ini disebut ekstrusi magma. Magma yang sudah keluar ke permukaan bumi disebut
lava.
Proses vulkanisme menghasilkan berbagai bentuk muka bumi antara lain:
(1) kawah, lubang berbentuk mangkuk di puncak gunung api
(2) kaldera, hasil letusan gunung api yang berbentuk seperti kawah tetapi
berukuran jauh lebih besar. Karena besar, pada sebuah kaldera dapat terbentuk
danau, emisi gas, mata air panas, dan gunung api corong kecil
(3) berbagai bentuk gunung api. Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan
berikut.
(1) Retas (sill), magma yang membeku di antara dua lapisan batuan yang ada di
dalam bumi berupa batuan beku.
(2) Lakolit, bentuk cembung ke atas tetapi datar di bawah akibat magma yang
menekan ke atas di antara dua lapisan batuan sedimen.
(3) Gang atau korok, bentukan tipis dan panjang memotong lapisan litosfer
secara vertikal atau miring yang berasal dari magma yang membeku ketika
berusaha menerobos batuan sedimen.
(4) Batholit, magma yang membeku jauh di dalam bumi.
Seisme
Bila tumpukan energi di daerah penujaman demikian besar, energi tersebut akan
mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng samudera di
sekitarnya. Gayangan atau getaran ini disebut gempa bumi. Gejala ini disebut
seisme. Getaran yang dihasilkan akibat pergeseran kerak bumi tersebut dapat
besar maupun kecil. Besar kecilnya kerusakan di muka bumi disebabkan oleh besar
kecilnya gempa tersebut.
Klasifikasi Gempa
Gempa dapat digolongkan menjadi beberapa kategori. Menurut proses terjadinya,
gempa bumi diklasifikasikan menjadi seperti berikut.
(1) Gempa tektonik: terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer kulit
bumi oleh tenaga tektonik. Tumbukan ini akan menghasilkan getaran. Getaran ini
yang merambat sampai ke permukaan bumi.
(2) Gempa vulkanik: terjadi akibat aktivitas gunung api. Oleh karena itu, gempa
ini hanya dapat dirasakan di sekitar gunung api menjelang letusan, pada saat
letusan, dan beberapa saat setelah letusan.
(3) Gempa runtuhan atau longsoran: terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan
mengalami runtuh. Getaran yang dihasilkan akibat runtuhnya lahan hanya
dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.
Menurut bentuk episentrumnya, ada dua jenis gempa.
(1) Gempa sentral: episentrumnya berbentuk titik.
(2) Gempa linear: episentrumnya berbentuk garis. Menurut kedalaman
hiposentrumnya, ada tiga jenis gempa.
(1) Gempa bumi dalam: kedalaman hiposenter lebih dari 300 km di bawah permukaan
bumi.
(2) Gempa bumi menengah: kedalaman hiposenter berada antara 60-300 km di bawah
permukaan bumi.
(3) Gempa bumi dangkal: kedalaman hiposenter kurang dari 60 km.
Menurut jaraknya, ada tiga jenis gempa.
(1) Gempa sangat jauh: jarak episentrum lebih dari 10.000 km.
(2) Gempa jauh: jarak episentrum sekitar 10.000 km.
(3) Gempa lokal: jarak episentrum kurang 10.000 km.
Menurut lokasinya, ada dua jenis gempa.
(1) Gempa daratan: episentrumnya di daratan.
(2) Gempa lautan: episentrumnya di dasar laut. Gempa jenis inilah yang
menimbulkan tsunami.
Pengukuran Gempa Bumi
Getaran gempa dari hiposentrum merambat dan menyebar ke segala arah. Getaran
itu berupa gelombang primer dan gelombang sekunder. Dari episentrum, juga
terjadi rambatan getaran di permukaan bumi dalam bentuk gelombang panjang.
Jadi, gelombang gempa dapat dibedakan atas:
(1) gelombang primer (P): merupakan gelombang longitudinal yang merambat di
permukaan bumi dengan kecepatan 4-7 km per detik
(2) gelombang sekunder (S): berupa gelombang transversal yang merambat di
permukaan bumi dengan kecepatan 2-6 km per detik
(3) gelombang panjang (L): merupakan gelombang permukaan dengan kecepatan lebih
lambat.
Kekuatan Gempa
Kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut antara lain kekuatan gempa, letak hiposentrum, struktur
tanah, dan struktur bangunan.
Kekuatan gempa (magnitude) diukur berdasarkan tingkat kerusakan yang
dihasilkan. Ada beberapa skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa,
antara lain Skala Omari, Skala Richter, Skala Cancani, dan Skala Mercalli.
Tips Menghadapai Gempa Bumi
1. Jika berada di dalam rumah: Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu
dari jatuhan benda-benda. Jika kamu tidak memiliki meja, lindungi kepalamu
dengan bantal. Jika kamu sedang menyalakan kompor, matikan segera untuk
mencegah terjadinya kebakaran.
2. Jika berada di luar rumah: Lindungi kepalamu dan
hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri,
bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi
kepalamu dengan menggunakan tangan, tas atau apa pun yang kamu bawa.
3. Jika kamu berada di mall, bioskop, atau di lantai
dasar gedung: Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti
semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
4. Jika kamu berada di dalam lift: Jangan menggunakan
lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika kamu merasakan getaran gempa
bumi saat berada di dalam lift, tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti,
keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika kamu terjebak dalam lift,
hubungi petugas gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
5. Jika kamu berada di dalam kereta api: Berpeganganlah
dengan erat pada tiang sehingga kamu tidak akan terjatuh seandainya kereta
dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari
petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun
akan mengakibatkan kepanikan.
6. Jika kamu berada di dalam mobil: saat terjadi gempa
bumi besar, kamu akan merasa seakan-akan roda mobil tersebut gundul. Sopir akan
kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi
persimpangan, pinggirkan mobil di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi
dari radio mobil. Jika harus mengungsi, keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak
terkunci.
7. Jika kamu berada di gunung/pantai: Ada kemungkinan
longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di
pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika kamu merasakan getaran dan
tandatanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
8. Dengarkan informasi: Saat gempa bumi besar terjadi,
masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali
setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang
benar. Kamu dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi,
atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.
Angin Topan
Angin topan, pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih
yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan,
kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin
topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.Angin paling
kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius
ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan
kecepatan sekitar 20 Km/jam.
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa angin adalah udara
yang bergerak. Menurut Buys Ballot, ahli ilmu cuaca dari Perancis, angin adalah
massa udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan
minimum. Gerakan massa udara yang arahnya horizontal dikenal dengan istilah
angin. Anemometer mangkok adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan
angin. Satuan yang biasa digunakan dalam menentukan kecepatan angin adalah
km/jam atau knot (1 knot = 0,5148 m/det = 1,854 km/jam). Sisteman penamaan
angin biasanya dihubungkan dengan arah datangnya massa udara tersebut.
Macam macam angin Badai Di dunia:
A. Hurricane (angin ribut)
Hurricane adalah badai berskala besar
yang mempunyai kisaran wilayah 100-1000 mil. dihasilkan dari tekanan rendah
yang terjadi pada lautan yang sedang hangat. Jika angin bertiup pada lautan
tersebut, dan dengan tidak memperhatikan faktor2 yang lain maka angin ribut
cenderung akan terjadi. angin ribut terjadi di samudra ATLANTIK dan juga
samudra PASIFIK bagian TIMUR.
angin ribut menghasilkan hujan dan
kecepatan angin antara 74-160 mil per jam. Banjir yang besar biasanya
diasosiasikan dengan angin jenis ini. angin ribut mempunyai putaran yang
berlawanan arah jarum jam (siklonis) di belahan bumi bagian utara dan
sebaliknya di belahan bumi bagian selatan.
B. Angin topan (typhoon)
Angin topan punya pengertian yang
hampir sama dengan angin ribut, hanya saja angin ini terjadi di samudra PASIFIK
bagian BARAT dan dengan demikian cenderung lebih besar intensitasnya
dibandingkan angin ribut mengingat samudra pasifik bagian barat memiliki lautan
yang lebih luas dari atlantik.
C. Angin puting beliung (tornado).
tornado merupakan badai lokal
yang mempunyai diameter wilayah antara 50 m sampai lebih dari 1,5 mil. Sering
muncul di USA pada saat udara dingin dari Canada bertemu dengan udara hangat
dari mexico. angin dapat bertiup pada kecepetan 60 sampai lebih dari 320 mil
per jam, menyebabkan lebih banyak kerusakan dibandingkan angin ribut. tornado
biasanya diikuti oleh hujan es dan petir. Jenis badai ini sangat sulit
diprediksi karena durasinya yang pendek.
Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu
sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya
berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan
rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam. Di Indonesia dikenal
dengan sebutan angin badai.
Gejala dan Peringatan Dini
Angin topan tropis dapat terjadi secara mendadak, tetapi
sebagian besar badai tersebut terbentuk melalui suatu proses selama beberapa
jam atau hari yang dapat dipantau melalui satelit cuaca. Monitoring dengan
satelit dapat untuk mengetahui arah angin topan sehingga cukup waktu untuk
memberikan peringatan dini. Meskipun demikian perubahan sistem cuaca sangat
kompleks sehingga sulit dibuat prediksi secara cepat dan akurat.
Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana :
Membuat struktur bangunan yang memenuhi syarat teknis
untuk mampu bertahan terhadap gaya angin.
Perlunya penerapan aturan standar bangunan yang
memperhitungkan beban angin khususnya di daerah yang rawan angin topan
Penempatan lokasi pembangunan fasilitas yang penting pada
daerah yang terlindung dari serangan angin topan.
Penghijauan di bagian atas arah angin untuk meredam gaya
angin.
Pembuatan bangunan umum yang cukup luas yang dapat
digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi orang maupun barang saat
terjadi serangan angin topan.
Pengamanan/perkuatan bagian-bagian yang mudah
diterbangkan angin yang dapat membahayakan diri atau orang lain disekitarnya.
Kesiapsiagaan dalam menghadapi angin topan, mengetahui
bagaimana cara penyelamatan diri
Pengamanan barang-barang disekitar rumah agar
terikat/dibangun secara kuat sehingga tidak diterbangkan angin
Untuk para nelayan, supaya menambatkan atau mengikat kuat
kapal-kapalnya.